Minggu, 02 Agustus 2009

MASALAH SDM BISNIS WISATA

Mari Bergabung Dengan

I
Love My Country

I
ndonesia
(ILMCI.com)

Untuk Mencerdaskan

Anak - Anak &

Cucu- Cucu Kita !




Free 1GB Webmail
Mau punya email pribadi dengan inbox 1GB + hadiah bulanan?


Email Sponsor: noersal@ilmci.com

diperlukan ketika Anda mengisi formulir pendaftaran

email ilmci.com



GRATIS GRATIS GRATIS

Buat EMAIL Account

ILMCI Anda

Sekarang Juga


FORMULIR PENDAFTARAN

Isilah form singkat di bawah ini untuk membuat e-mail account Anda..

Username pilihanmu : @ilmci.com
Password pilihanmu :
Password sekali lagi :
Nama Lengkapmu :
Tanggal Lahir :
Email alternatif :
Sponsor : Isi dengan
email: noersal@ilmci.com
orang yang mengenalkan Anda
ke ILMCI.



Catatan: Jika email Anda belum
terkirim ke tempat tujuan,
mohon dicek di folder SPAM,
kemudian tandai email tersebut
dengan NOT SPAM.. Untuk
selanjutnya email yang Anda
kirim tidak akan dianggap
SPAM lagi..




Selamat datang di

ILMCI Mail

SEGERALAH miliki e-mail account ILMCI.

Dan selamat bergabung di Komunitas Pecinta

Merah Putih Indonesia..


Anda bisa mengajak teman-teman Anda untuk ikut membuat e-mail
account gratis di ILMCI. Jika Anda berhasil mengajak teman Anda untuk membuat e-mail account di ILMCI, kami akan memberikan Anda VOUCHER PENDIDIKAN secara cuma-cuma.


Manfaatkan

VOUCHER PENDIDIKAN ILMCI

untuk

  • Free access Buku Pintar Nusantara
  • Free access Online Tutorial
  • Free access Online TOEFL preparation & simulation
  • Free access Online TOEIC preparation & simulation
  • Free access Online HSK preparation & simulation
  • Free access prediksi & latihan soal UAN online
  • Free access motivasi harian
  • Free download software e-book + tutorial
  • Free access pemasangan iklan bisnis baris di ILMC bis listing
  • Free access job listing (lowongan kerja up to date)





Win monthly special prizes directly from your inbox

Starting from 1GB once you've registered, your inbox will increasein capacity if you introduce to your friends and colleagues to join ILMCI Mail.


Make friends and get cool prizes every month with your email. Again, if you introduce your friends to join ILMCI Mail, then you are automatically registered to our scoring system to win monthly prizes.


Thanks for your visit! Please come back and read as frequently as possible! You are my unique visitor No.:

web counter html code


Welcome to my blog!


Total page views up to now:




SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA

YANG BERKUALITAS DAN PROSPEK

PARIWISATA TAHUN 2010


Sumber Daya Manusia Pariwisata Berkualitas

Kalau kita berbicara mengenai sumber daya manusia pariwisata berkualitas, mungkin akan muncul dalam hati (pikiran) kita aneka ragam pertanyaan, antara lain :

* Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia pariwisata “berkualitas”?

* Kriteria apa yang harus dipenuhi seseorang agar dia bisa dimasukkan ke dalam kategori sumber daya manusia berkualitas?

* Apakah ijazah tidak bisa dijadikan sebagai alat pembuktian kualitas seseorang? Kalau tidak bisa , mengapa?

* Siapa yang menilai / menentukan dan di mana tempat pembuktian berkualitas tidaknya seseorang? Di sekolahkah? Di tempat dia bekerjakah? Di dalam masyarakatkah?

* Tuntutan apa yang mengharuskan dia berkualitas?

Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi satu persatu secara langsung, marilah kita simak pendapat Helen Hinkson Green, pakar wisata, tentang persyaratan seorang karyawan idaman berikut :

01) Cukup dewasa / matang (mature) untuk melakukan pertimbangan dan mengambil keputusan . Dewasa berarti mampu mengendalikan diri dengan mengedepankan "logika" ketimbang mendahulukan "perasaan " (emosi)


02) Tetap (awet) muda dalam pikiran dan jiwa.


03) Mampu menyesuaikan diri dengan semua umur, orang kaya ataupun bukan dan macam-macam pelanggan lainnya.


04) Mempunyai kepribadian yang menarik, sehingga mampu membuat suasana lingkungan yang hangat dan mesra.


05) Cukup terbuka dan mudah bergaul merupakan pembawaan yang wajar (bukan dibuat-buat).


06) Berbudi bahasa yang cukup dan mempunyai perbendaharaan bahasa yang banyak/kaya, pandai memilih/mempergunakan kata-kata yang tepat (diction) dan tidak mempunyai kelemahan-kelemahan tata bahasa yang bisa mempengaruhi penilaian pelanggan terhadap dirinya.


07) Terdidik (well-educated) dan berpengatahuan luas serta mendalam (terutama yang di butuhkan oleh bidang pekerjaannya ).


08) Berpembawaan yang baik (tidak di pengaruhi oleh keadaan yang bisa menimbulkan frustrasi) dan tidak gampang menyerah apabila menghadapi masalah yang sulit.


09) Mempunyai rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi dan haus ilmu pengetahuan.


10) Teratur, rapi, cermat, dan teliti. Dia selalu melakukan sesuatu secara sempurna (perfectly) dan berusaha melengkapi hal-hal yang diperlukan sampai ke yang sekecil-kecilnya.


11) Cukup banyak mengadakan perjalanan. Dengan pengalaman langsung dia bisa menyakinkan calon langganannya bahwa apa-apa yang disarankannya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman langsung yang dimiliki/dialami sendiri.


12) Mahir dalam hitung-menghitung dan cukup cekatan serta jeli melihat kesalahan perhitungan angka-angka, koma, titik, tanggal, atau tanda-tanda baca lainnya.


13) Cukup terampil / cekatan mempergunakan piranti keras & lunak, internet, mesin tulis, mesin hitung , photo copy, scanner dan peralatan kantor lainnya; cermat, rapi (sempurna) dan tepat pada waktunya merupakan selogan dia menjalankan tugas sehari-harinya.


14) Mempunyai tulisan yang bisa dibaca oleh siapa saja.


15) Pandai berkomunikasi (termasuk membuat / memberi laporan secara lisan dan tulisan) dengan baik dan mudah dimengerti serta tidak berbelit-belit.


16) Mempunyai kebiasaan mencatat hal-hal yang penting (Never rely on his head only).


17) Mementingkan kerja sama (teamwork) yang kompak. Together Everyone Achieves More (TEAM)


18) Cukup toleransi dan selalu bersedia menggantikan tugas teman sekerja ,bila diperlukan atau menunda jam makan, tanpa gusar. Gampang mengulurkan tangan (helpful) guna membantu teman sekerja tanpa mempersoalkan “Ini tugas dia, biarlah dia selesaikan sendiri”.


19) Bisa mandiri (independent) dan mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi. Dengan dedikasi yang tinggi yang dimilikinya, perusahaan tempat dia bekerja tidak perlu meragukan itikad baik dan kesetiaannya terhadap perusahaan tersebut.


20) Mempunyai intelegensi yang tinggi dan berkemampuan membaca tulisan orang lain serta mampu memahaminya secara tepat.


21) Selalu berusaha menjaga kesehatannya sehingga ia jarang sekali meninggalkan tugas kantornya karena sakit.


22) Bertanggung jawab penuh dan menganggap bekerja itu penting.


23) Berdisiplin tinggi (highly disciplined) karena kesadaran sendiri, bisa dipercaya / dihandalkan (jujur dan tulus) tanpa terpengaruh oleh gangguan atau godaan lingkungan yang kurang terpuji.


24) Cukup diplomatis dan mampu mengatasi persoalan-persoalan yang bisa menimbulkan keretakan (friksi) antara sesama teman sekerja, tanpa disadari oleh teman yang sedang menghadapi persoalan tersebut. Mampu bertindak sebagai penengah / pendamai, tanpa diminta, dan tanpa menyinggung perasaan salah satu pihak.

Tidak Siap Pakai

Pada tahun-tahun terakhir terdengar suara sumbang / keluhan dari para pemilik, pimpinan puncak dan manajer perusahaan-perusahaan, yang termasuk industri pariwisata, terhadap sebagian besar lulusan sekolah yang memasuki lapangan kerja karena mereka :

a) Masih kekanak-kanakan,

b) Mempunyai rasa rendah diri,

c) Kikuk (grogi) menghadapi para pelanggan,

d) Kurang tahu sopan santun

e) Pasif dan tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan,

f) Kurang bertanggung jawab; diperintah dulu baru jalan,

g) Berbahasa Indonesia acak-acakan (lebih banyak mempergunakan dialek / bahasa pasar) dan kurang / tidak mampu bebahasa asing,

h) Berpengetahuan umum terbatas / dangkal dan kurang menguasai ilmu Bumi, Sejarah dan pengetahuan profesi,

i) Kurang minat membaca / menambah pengetahuan,

j) Merasa cukup dan berpuas diri dengan pengetahuan yang dimiliki,

k) Kurang cermat / ceroboh (tidak teliti), kadang-kadang bersifat masa bodo dan asal jadi,

l) Tidak melaporkan hasil pekerjaan, kalau tidak di minta,

m) Suka menunda-nunda pekerjaan dan kemudian dengan tergesa-gesa menyelesaikannya pada saat-saat terakhir, mungkin karena kebiasaan sistem kebut semalam (SKS) yang dianutnya selama di bangku sekolah.

n) Kurang menyenangi pekerjaan yang ada kaitannya dengan hitung- menghitung,

o) Belum bisa bekerja secara mandiri / sangat tergantung kepada atasannya,

p) Tidak tabah, mudah putus asa dan tidak tahan tekanan (pressure),

q) Mudah meninggalkan pekerjaaan (berhenti)

r) Kadang-kadang terlalu banyak menuntut (demanding)

s) Disiplin kurang dan sering mangkir (bolos),

t) Suka mencari-cari alasan yang tidak bisa diterima akal, apabila ketahuan berbuat salah.

Lulusan Sekolah Yang Berkualitas Kurang

Bila dibandingkan pendapat Helen Hinkson Green dengan suara sumbang / keluhan-keluhan yang dikeluarkan oleh para pemilik dan eksekutif perusahaan di atas jelas terdapat banyak hal yang bertentangan / bertolak belakang. Green memberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa dikategorikan sebagai karyawan yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, para eksekutif dan pemberi kerja kita memberikan penilaian kepada sebagian dari lulusan sekolah yang mereka pekerjakan sebagai karyawan kurang berkualitas.


Kewajiban Penanggung Jawab Pendidikan


Sebagai orang yang bertanggung jawab di bidang pendidikan, turut prihatin saja belumlah cukup. Tanggung jawab tersebut mewajibkan kita mencari penyebab ketimpangan yang terjadi dan mengambil tindakan-tindakan terpadu secara aktif guna memecahkan masalah yang sedang kita hadapi.


Penyebab Ketimpangan


Sebagai hasil pengumpulan pandangan / pendapat yang diutarakan oleh orang-orang yang mengelola industri pariwisata beserta beberapa pengelola lembaga-lembaga pendidikan pariwisata yang sempat dihubungi dapat disimpulkan beberapa penyebab ketimpangan yang ada pada sebagian besar lulusan sekolah yang disebut di atas sebagai berikut :

a) Kurangnya perlengkapan / sarana belajar yang diperlukan

b) Tidak mampu memenuhi persyaratan kurikulum minimal

c) Kurikulum minimal yang ada terlambat mangantisipasi kemajuan teknologi dan penyebaran informasi yang sangat pesat

d) Kurang tersedianya buku-buku pegangan yang tepat

e) Minimnya buku yang tersedia pada perpustakan sekolah

f) Kurangnya tenaga pengajar mata pelajaran kejuruan

g) Sebagian besar tenaga pengajar yang ada tidak mendapat teori mengajar (didaktik & metodik). Mereka mengajar hanya berdasarkan pengalaman yang diperoleh sewaktu mereka menjadi siswa / Mahasiswa, atau mengingat-ingat cara-cara dosen / guru mereka mengajar. Dosen merekapun tidak pernah mendapatkan teori mengajar (method of teaching) yang diperlukan.

h) Pembiaran pembelajaran tidak systematis, sering sekali guru mengajar tanpa persiapan tertulis (lesson plan), tanpa buku pegangan yang telah dibakukan dan sering berdasarkan apa yang ingat pada saat mengajar saja.

i) Pekerjaan rumah / tugas-tugas pelajar tidak dikoreksi dan tidak pernah dibicarakan dengan mereka atau di depan kelas karena kesibukan tenaga pengajar yang bersangkutan. Dia tidak berfungsi menurut semestinya.

j) Praktek yang dibutuhkan belum mencukupi, sedangkan praktek di industri kurang terarah / kurang mendapat bimbingan karena kesibukan tenaga pelaksana, atau mereka enggan melakukan bimbingan yang diperlukan para trainees.

k) Kurang terpadunya mata pelajaran yang saling terkait karena forum untuk berkomunikasi antara sesama pengajar tidak ada / kurang terbina, sehingga tidak heran kalau terjadi tumpang tindih atau ada bahan pelajaran yang tidak terajarkan tanpa diketahui.

l) Tenaga pengajar penggal waktu sering tidak bisa mengajar karena kesibukan yang ada di kantor mereka masing-masing.

m) Terbatasnya jumlah tenaga kerja tetap.

n) Pengetahuan tenaga pengajar tidak bertambah baik karena kurang membaca dan memanfaatkan sumber dari internet, maupun tidak pernah mengambil kursus tambahan atau menghadiri seminar yang ada kaitannya dengat mata pelajaran yang diasuhnya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah yang bersangkutan tidak mempunyai dana untuk itu.

o) Masih adanya praktek nepotism di beberapa lembaga pendidikan periwisata kita, tanpa mempersoalkan apakah adik atau anak atau keponakannya yang diangkat mampu (competent enough) melakukan tugasnya atau tidak.

p) Biaya pengelolaan pendidikan meningkat terus-menerus.



Prospek dan Tantangan Abad ke 21


1) Diramalkan bahwa Indonesia mempunyai peluang besar menjadi pusat ekonomi Asia Pasifik pada Abad 21.

2) Meningkatnya perbaikan , pertambahan sarana dan prasarana yang menunjang perkembangan dan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia dan Negara-negara di Asia Pasifik beberapa kali lipat dari tahun ke tahun.

3) Peningkatan mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain di dalam negeri, maupun antar Negara di Asia Pasifik yang cukup tinggi.

4) Kemajuan teknologi komunikasi dan penyebaran informasi yang sangat pesat melalui internet dan media lainnya.

5) Pertambahan ilmu pengetahuan yang luar biasa pesatnya telah merangsang pertumbuhan industri Event, MICE dan pariwisata secara cepat pula. Penyebaran ilmu melalui seminar, kongres, konferensi dan pameran produk baru, serta persaingan yang sangat ketat telah memacu industri tersebut di atas berkembang tanpa terbendung.

6) Dalam putaran Uruguay telah disepakati agar semua jenis jasa dibuka bagi perdagangan dunia dengan tingkat liberalisasi 100% berdasarkan empat prinsip berikut :

a) Cross Border Supply, yang berarti pemasok jasa asing bebas untuk menjual jasanya di Negara tuan rumah (host country);

b) Consumption Abroad, yang berarti pemakaian jasa di Negara tuan rumah bebas membeli jasa dari pemasok jasa asing ;

c) Commercial Presence, yang berarti pemasok jasa asing bebas untuk membuat atau mendirikan kantor seperti cabang dan seabagainya di negara tuan rumah.

d) Precense of Natural Person, yang berarti pemasok jasa asing bebas untuk mengirimkan tenaga kerjanya untuk bekerja di Negara tuan rumah.


Kegiatan jasa merupakan kegiatan yang sarat dengan teknologi dan ilmu pengetahuan serta “intangible”. Oleh karena itu, tenaga-tenaga yang terlibat dibidang jasa pariwisata, khususnya, memerlukan kualitas sikap, ketrampilan dan pengetahuan (attitude, skills and knowledge) yang tinggi. Bila kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kemungkinan akan terjadi orang Bangladesh menjadi supir taksi di Indonesia atau orang Belanda menjadi pengacara disini, dan seterusnya. Lebih parah lagi kalau terjadi pemilik hotel resor dari India, yang mengelolanya orang India dan tamu-tamunya semua orang India, sedangkan hotel tersebut berdiri diatas bumi Indonesia. Kalau hal yang begini sampai terwujud sesudah tahun 2009, orang Indonesia kebagian apa?


Tentu saja kita tidak akan berpangku tangan dan hidup secara pesimis saja, melainkan kita harus bangun dan bangkit untuk menerima tantangan ini dengan suatu rencana terpadu yang harus dilaksanakan segera agar sumber daya manusia, yang berkualitas tinggi dan mampu memenangkan persaingan, tersedia cukup untuk mengisi semua lowongan yang diperlukan oleh industri pariwisata kita.


Kekhawatiran terhadap kemungkinan potensi jasa pariwisata Indonesia dieksploitasi dan dinikmati oleh pihak asing akan menjadi kenyataan yang menyedihkan, apabila kita tidak begegas menghasilkan tenaga-tenaga terampil dan profesional yang bermutu tinggi.


Untuk menghilangkan kekhawatiran yang diakibatkan oleh pelaksanaan ke-empat prinsip di atas, kelihatannya salah satu strategi yang aman untuk kita tempuh adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang akan atau sedang berkecimpung di bidang pariwisata, termasuk birokrasi kita , melalui pendidikan jangka panjang dan jangka pendek (seminar-seminar, kursus-kursus, tulisan-tulisan di media massa dan sebagainya).


Perlunya pembinaan dari pejabat pemerintah yang benar-benar tahu permasalahan yang dihadapi (professional) atau memang ahli dalam bidang yang dibinanya.


Bila diperlukan “law enforcement” benar–benar ditegakkan sesuai dengan ketentuan / undang-undang yang berlaku. Peningkatan mutu birokrasi disesuaikan dengan perkembangan zaman (digital era).


The right man in the right place should be applied at all costs in our bureaucracy. The salary, including all fringe benefits , granted to the involved executive should be based on his achievements and merit system, not on his certificates and/or diploma possessed only.


Diharapkan pula timbulnya kesadaran di kalangan tenaga pengajar untuk mengubah diri mereka menjadi tenaga “Pendidik bermutu (competent)” yang berdedikasi tinggi dan terus-menerus menambah
serta meningkatkan pengetahuan mereka (ongoing upgrading) dengan memanfaatkan sumber ilmu yang ada di internet, terutama yang ada kaitanya dengan bidang profesi mereka.

Di bawah ini tersedia beberapa VIDEO yang mencoba memberikan SOLUSI.

Selamat menyimak!




click me

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda